"dipenjara karena menulis dengan hati"Waktu lagi iseng browsing ke
salah satu blog, ga sengaja terbaca ungkapan hati seorang wanita Malaysia bernama Marina Lee Abdullah, istri dari salah satu orang paling terkenal di Malaysia
saat ini (probably also most popular around the Malaysian blogging world today)
"Raja Petra Kamarudin" alias RPK. Gua cuman ada 1 pertanyaan.. "Why the hell is Malaysian police so cruel to foreigners??"
Who ?"Raja Petra Kamarudin.". a.k.a "RPK" adalah salah satu pengelola blog
"Malaysia Today" dan pada salah satu tulisannya yang dimuat di situs tersebut pada tanggal 25 April 2008 dengan judul
"Let’s send the Altantuya murderers to hell" , RPK menuangkan kekesalannya terhadap hasil sementara dari pengadilan seputar pembunuhan sadis nan tragis seorang wanita
professional escort asal Mongolia bernama
Altantuya Shaariibuu yang terjadi di bulan Oktober 2006, dan konon melibatkan beberapa orang petinggi Malaysia dan oknum polisi, diantaranya
Najib Razak (who is also known as Najib Abdul Razak) yang ketika itu masih menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Malaysia.
And Now What?Well.. Akibat tulisannya tersebut, pada tanggal 6 May 2008 kemarin, RPK ditahan oleh pihak pemerintah Malaysia karena dianggap telah menyebarkan fitnah dan hasutan terhadap orang-orang tertentu di pemerintahan Malaysia. Walaupun demikian, kejujuran yang diungkapkan oleh RPK banyak menuai
dukungan dari berbagai pihak sehingga banyak masyarakat yang bersimpati terhadap RPK.
Meskipun dukungan moril maupun materil dalam bentuk donasi terhadap RPK dan keluarga terus-menerus bertambah, RPK sempat menolak untuk membayar denda yang akan membebaskan dirinya dari penjara Sg. Buloh, ia bahkan menolak untuk bertemu dengan istri dan keluarga yang datang berkunjung dan sempat melakukan aksi mogok makan. Namun update terakhir menyebutkan bahwa ia sudah menyetujui pembayaran denda tersebut setelah bertemu istrinya siang ini.
What Exactly Does He Wrote?Tulisan selengkapnya bisa dibaca sendiri
disini. Sepintas setelah saya baca, terlihat jelas bahwa RPK mengecam keras pihak pengadilan Malaysia. Ia bahkan menganggap
"the trial is a show-trial" karena menurutnya banyak keanehan demi keanehan yang terjadi selama proses persidangan. Mulai dari beberapa kali pergantian jaksa dengan alasan yang tidak jelas, serta pengunduran waktu yang terlalu lama dengan alasan kebutuhan untuk mempelajari kasus lebih lanjut.
Selain itu, RPK juga menyebutkan perihal lenyapnya berbagai bukti seperti
foto Razak bersama Altantuya dan tulisan tangan Razak saat melancarkan usaha perolehan visa bagi Altantuya yang semuanya tiba-tiba menghilang. Menurut RPK, bukti-bukti tersebut memang sengaja disimpan oleh Abdullah Ahmad Badawi (PM Malaysia). RPK dengan gamblang menuliskan
"This is about the Prime Minister of Malaysia withholding crucial evidence in a murder trial.." Bottom Line
whoa.. clap your hands guys.. he is one crazy writer isn't he..!!?? brave enough to speak his mind, i think. . Brave enought to defend the truth! And, buat yang udah baca artikel RPK, mungkin familiar dengan quote ini.. "
opinions are like assholes -- everybody has one but no two are alike.." hahaa... cukup masuk akal.. :D
Yang seru dong.. E-mail dari Din Merican (one of RPK's friend). yang mengungkapkan penyesalan pribadi Din atas beberapa tindakan brutal yang terjadi di Malaysia, terutama kekerasan terhadap warga asing yang juga terjadi sama orang Indonesia.. Mulai dari kasus karate sampe kasus TKW.
As Din said: "
We are being viewed as arrogant by the Indonesians, Thais, Singaporeans, as well as by many of our neighbours. Now, we add to this list the Mongolians. How indecent and irresponsible of the PM and his Foreign Minister for not even acknowledging the receipt of letters from their Mongolian counterparts. Who are we protecting?"
hell yeah... kenapa juga baru sadar kalo arogan... hahaha..
and now my mind goes wandering..
what if the same thing happen in Indonesia?
**image taken from here