She looks like the real thing She tastes like the real thing
(Radiohead-Fake Plastic Tree)
Is there anything fake about ourselves?apa aja, entah itu senyum yang dipaksain mejeng di bibir ketika sakit hati.. atau kata-kata manis yang dipaksain keluar untuk menghibur sahabat yang butuh bantuan.. sikap yang pura-pura ga punya salah saat habis melakukan suatu hal buruk.. anything lah pokonya.. kayanya, entah sering atau jarang, setidaknya sekali dalam hidup kita pasti pernah menjadi seseorang yang bukan diri kita sendiri, dengan tujuan yang berbeda-beda..
walaupun yang paling sering terjadi adalah alasan untuk diterima/disukai oleh orang lain.. buat saya, ini adalah satu pemikiran yang ngga masuk akal..
"you have to be someone else, just to get accepted by the society.." karena setiap manusia adalah unik, dan selama pribadi kita ngga merugikan buat orang lain, why should we bother to be someone else!? Kita bisa get accepted by the society dengan cara lain, dengan menciptakan setumpuk prestasi...!!
Tapi walaupun begitu.. being a fake.. bisa dilihat dari sisi positif juga lho.. misalnya, pura-pura jadi orang anti rokok di kantor (walaupun begitu sampe rumah, atau pas istirahat makan siang diluar ama temen-temen bisa habis setengah pak, hahaha...)..
Beberapa hal buruk yang melekat di diri kita tidak selalu harus diekspos agar seluruh dunia tau, kan? Banyak lah hal negatif lain yang harus disembunyikan di saat-saat tertentu.. misalnya, kebiasaan bangun siang waktu lagi ngga dirumah sendiri.. malu kan!?
Jadi, semua bakalan balik ke diri kita masing-masing lah.. kapan harus jadi diri sendiri, kapan harus menyembunyikan keburukan.. yang penting stick to your path, jangan rugikan orang laen.. and klo lagi ga pengen senyum, ya ga usah!!
sebuah pencerahan yang bagus saya dapetin dari
website ini..:
When you recognize the feeling of being fake without trying to change it, and when you do not defend against it, you will feel complete nothingness, worthlessness, complete lack of support, complete helplessness.
It is not that our process creates it; no, we have to go through it because it is there. This hole is there in our depths, and we are constantly avoiding it. When we allow ourselves to experience it, we might learn that emptiness is nothing, only peacefulness, and that the chasm is nothing but a boundless peace.
It is an emptiness, and it doesn't have a selfhood, but it is not as scary as we imagine it.
(Diamond Heart Book 3, pg 46)