pipi's posts with tag: fragile
artikel ini ditulis pada bulan Agustus 2006.. a bit out-dated, i know.. and i'm trying not to just copy paste this article but i want to make it shorter, and more simple to understand.. sekalian belajar nulis.. hehe.. buat yg mau edisi lengkap, silahkan ke websitenya aja di: http://www.rsi.sg/indonesian/imaji/view/20060803110000/1/.html
Meyakini Eksistensi Tuhan: Antara Hidayah dan Hasil Usaha..
Setelah IQ, yang digunakan untuk mengukur tingkat kecerdasan otak manusia, selanjutnya adalah EQ atau Emotional Quotient, yang lebih mementingkan aspek emosi dan bagaimana seseorang bisa memahami orang lain. Tetapi menurut Dana Zohar dan Ian Marshall, kecerdasan yang sebenarnya masih belum lengkap tanpa adanya Spiritual Quotient atau SQ yang dianggap sebagai “The Ultimate Intelligence”.. SQ meyakini adanya titik yang disebut "God Spot" di otak manusia. Titik ini akan bereaksi saat seseorang berfikir mengenai hal-hal yang bersifat spiritual, yaitu mengenai kekuatan lain di alam ini yang tidak dapat dijawab dengan ilmu pengetahuan. Walaupun demikian, adanya titik ini tidak membuktikan bahwa semua orang memiliki keyakinan yang sama tentang Tuhan, tidak juga membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Jika demikian, lalu apa manfaat SQ bagi kecerdasan seseorang, jika hanya mendatangkan pertanyaan seputar keberadaan Tuhan, tetapi tidak memberikan jalan untuk memperoleh jawaban mengenai eksistensi Tuhan? Kenyataan inilah yang memicu ketertarikan Professor Dr. Abdul Munir Mulkhan, Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Jogjakarta, untuk melanjutkan SQ dengan menciptakan "Makrifat Quotient". Yang maksud dengan Makrifat adalah jenjang pemahaman tertinggi tentang eksistensi atau keberadaan Tuhan. Prof. Mulkhan berpendapat bahwa "kalau spiritual quotient dilanjutkan lagi tanpa menolak keberadaan Tuhan, tanpa kukuh pada sekularisme, maka Islam punya kekayaan yang namanya makrifat." Namun yang menjadi permasalahan adalah dua pendapat tentang konsep makrifat yang beredar di Indonesia, yang cukup membingungkan baginya (dan bagi saya juga..hehe).. Konsep pertama adalah makrifat sebagai suatu "hidayah" sementara konsep kedua adalah makrifat sebagai "hasil usaha" manusia. Terinspirasi oleh penjelasan yang diperoleh dari Sri Bhagavan (tokoh terkemuka dari Oneness University di Chennai India), Prof. Mulkhan tidak menolak anggapan hadirnya makrifat sebagai hidayah, tapi ia juga meyakini bahwa kita sebagai manusia bisa berusaha untuk me-manage tindakan sedemikian rupa, sehingga secara rasional kita bisa memperoleh hidayah itu. Jadi bukan hanya semata-mata menunggu hidayah, melainkan menyongsong datangnya hidayah itu dengan jerih payah usaha kita sendiri.. melalui ibadah, berserah diri, dengan senantiasa mempelajari tanda-tanda kebesaran-Nya, dan mempelajari wahyu-Nya yang terangkum di kitab suci...
cerita ini bagus (dapet dari e-mail) dan bisa jadi inspirasi buat temen-temen yang belum nemu pasangan hidup.. nyantai aja, Tuhan punya rencana terbaik untuk setiap umat-Nya, walaupun belum tentu kita bisa dengan lapang dada menerima rencana-Nya.. ---------------------------------------- KUTEMUKAN BELAHAN JIWAKU Oleh Elik Susanti Jodoh, rejeki dan kematian adalah rahasia mutlak milik Allah SWT, Sang Maha Agung dan Bijaksana, tidak ada satu makhluk pun yang dapat mengetahuinya kecuali Sang Pemilik diri kita. Hal tersebut telah terpatri erat dalam pikiranku sejak dulu. Ini yang mendorongku untuk terus berikhtiar, istiqomah dan selalu ber-khusnudzan kepada Allah Azza wa Jalla tentang kapan saatnya tiba menemukan belahan jiwaku. Dalam proses pencarian diusiaku yang keduapuluhenam, beberapa teman dekat mulai dijajaki, ta'aruf pun dilakukan. Dalam proses ta'aruf, salah seorang sempat melontarkan ide tentang pernikahan dan rencana khitbah. Namun herannya, hati ini kok emoh dan tetap tidak tergerak untuk memberikan jawaban pasti. Hey, what's going on with me? Bukankah aku sedang dikejar usia yang terus merambat menua? Bukankah aku sedang dalam proses pencarian belahan jiwa? Apalagi sebagai anak terakhir dari lima bersaudara, yang semuanya sudah berumahtangga, tentunya semua keluargaku sudah sangat mendambakan aku segera menyempurnakan separuh dienku, apalagi ibuku. Sungguh teramat berat menjalani hidup dengan status lajang. Belum lagi lingkungan kerja dan di desa tempat keluargaku tinggal saat ini di mana kabar – seringnya gosip atau gunjingan – cepat menyebar, benar-benar merupakan cobaan besar yang harus dihadapi. Tetapi, semuanya aku jalani dengan penuh keikhlasan. “Ya, mungkin saya masih harus bekerja lebih banyak waktu buat masyarakat”, hanya itu yang bisa aku katakan setiap ada yang menanyakan kenapa belum menikah. “Ya, mungkin Allah masih belum mempercayakan seorang suami kepada saya dan saya masih harus belajar mengurangi ego sebelum saya menjadi seorang isteri”, kataku di lain waktu. “Ya, mungkin Allah memberi waktu saya lebih banyak mencurahkan waktu buat orang tua”, balasku ringan. Mereka mengatakan bahwa aku adalah type 'pemilih' yang lebih suka jodoh yang tampan, kaya raya dan baik hati, dan lainnya yang serba super dan wah. Tapi, aku gelengkan kepalaku ke arah mereka karena kriteria seorang calon suami bagiku adalah si dia seorang muslim sejati yang mempunyai visi yang sama untuk membangun sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah, bahagia dunia akhirat, satu untuk selamanya, yang mempunyai tujuan menikah tidak hanya untuk meneruskan keturunan saja, tapi untuk beribadah dan menambah keimanan kita dan bukan sebaliknya, dan itu akan terwujud jika Allah mengkaruniakan pasangan yang tepat untuk kita. Dan aku percaya bahwa tidak akan ada yang tertukar dari pemberian Allah, Allah akan memberikan yang terbaik dan indah pada waktunya. Tapi lucunya, kalau diminta untuk mengejewantahkan ke dalam diri seseorang, jujur saja aku tidak tahu. Again, jodoh memang benar - benar sebuah rahasia yang mutlak milik Allah SWT. Proses pertemuanku dengan sang suami pun bak cerita dongeng. Jangankan sahabat atau rekan kantor, pun jika kami kembali me-rewind proses pertemuan kami, wuih... Unbelievable! But it happened! Subhanallah... Suamiku adalah sosok yang biasa dan sederhana, namun justru kesederhanaan dan keterbiasaannya itulah yang memikat hati ini. Dan, alhamdulillah hampir mendekati kriteria seorang suami yang aku dambakan. Di beberapa malam kebersamaan kami, suami sering menanyakan kepadaku tentang satu hal, "Apakah kamu bahagia menikah dengan aku?" Aku pun menjawab dengan jeda waktu sedikit lama, "Ya, aku bahagia. " Masya Allah, seandainya suamiku tahu, besarnya rasa bahagia yang ada di dada ini lebih dari yang dia tahu. Besarnya rasa syukur ini memiliki dia cukup menggetarkan segenap hati sampai aku perlu jeda waktu untuk menjawab pertanyaannya. Hanya, aku masih belum mampu mengungkapkan secara verbal. Allah yang Maha Mengetahui segala getaran cinta yang ada di hati bunda, Allah yang Maha Mengetahui segala rasa sayang yang ada di jiwa bunda. Karena, atas nama Allah bunda mencintai ayah. Pertama kali aku kenal dengan suamiku adalah waktu itu siang hari saat bulan suci ramadhan hampir berakhir, aku sedang mengikuti ceramah Aa’ Gym kesukaanku di TV, tiba – tiba aku dikagetkan oleh dering suara telepon ”Assalamualaikum, bisa bicara dengan elik?” kata si empunya suara dari seberang sana. ”Waalaikumsalam, Iya, saya sendiri” jawabku. Taufan adalah pemilik suara di telepon itu, dia tahu identitasku dari sebuah cyber Islami yang mana aku adalah salah satu anggotanya. Akhirnya kami terlibat dalam sebuah pembicaraan. Sebelumnya kami berdua belum mengenal satu sama lain. Hanya kesabaran, perhatian dan pengertiannya sempat mampir di dalam pikiranku. Setelah itu kami kerap berhubungan lewat telepon sekedar untuk mengobrol dan saling mengenal satu sama lain. Perkenalan kami diawali saat itu, sebelum akhirnya kami memutuskan untuk ta’aruf. Di sinilah aku merasakan kuasa Allah yang sangat besar, ternyata kami banyak menemukan kecocokan dan sepertinya dia seseorang yang bisa diajak menggapai surga dunia dan akhirat. Namun beberapa hari kemudian, entah kenapa wajahnya yang kulihat lewat foto yang dia kirim ke emailku mulai hadir di pikiranku kembali. Ternyata hal yang sama pun terjadi di pihak sana. Kami pun sepakat untuk melakukan istikharah. Subhanallaah, tidak ada kebimbangan sama sekali dalam hati kami berdua untuk menyegerakan hubungan ini ke dalam pernikahan. Namun saat ini aku harus bersabar menunggu sampai dia pulang dari negeri sakura, karena saat itu dia sedang ada di negeri itu untuk bekerja, kembali kesabaranku diuji. Penantianku selama 7 bulan ternyata membuahkan hasil, setelah Taufan kembali dari negeri sakura, dia dan keluarganya mengkhitbahku. Mungkin ini buah kesabaran yang Allah berikan kepada kami. Kami rasakan 'tangan' Allah benar-benar turun menolong memudahkan segala urusan. Sujud syukur kami berdua, karena semua acara berjalan begitu lancar, dari mulai dukungan seluruh keluarga, urusan penghulu dan pengurusan surat-surat ke KUA. Maha Suci Allah, hal tersebut semakin menguatkan hati kami, bahwa pernikahan ini adalah rencana terbaik dari Allah SWT dan Dia-lah Pemersatu bagi perjanjian suci kami ini. Dalam isak tangis kebahagiaan kami atas segala kemudahan yang diberikan-Nya, tak pernah putus kami bersyukur akan nikmat-Nya. Insya Allah, pernikahan kami merupakan hijrahnya kami menuju kehidupan yang lebih baik dengan mengharap ridha Allah, karena perkenalan itu berawal saat bulan suci ramadhan, saat Allah membukakan pintu maaf dan mengabulkan semua doa umatNya yang memohon kepadaNya. Akhirnya setelah sekian lama aku mengembara mencari pasangan hidup ternyata jodohku adalah orang tak pernah kuduga selama ini. Inilah rahasia Allah SWT yang tidak pernah dapat kita ketahui kecuali dengan ber-khusnudzan kepadaNya. Percayalah, bahwa Allah SWT adalah sebaik-sebaik Pembuat keputusan. Serahkanlah segala urusan hanya kepada Allah semata, percayalah selalu akan janji Allah di dalam firman-Nya, "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. " (QS. Ar-Ruum: 21). Jangankan manusia, hewan dan buah-buahan pun diciptakan Allah berpasangan. Ber-khusnudzan selalu kepada-Nya bahwa, entah esok, lusa, satu bulan, satu tahun atau bahkan mungkin sepuluh tahun nanti, dengan izin Allah, jodoh kita pasti akan datang. Pasangan jiwa yang terbaik yang dijanjikan dan dipersatukan-Nya dalam perjanjian suci yang disebut pernikahan. Di saat umurku yang makin bertambah dan saat peluang menikah semakin memudar seperti anggapan sebagian orang, di tengah tatapan sinis sekelilingku, aku mampu memupuk keyakinan bahwa suatu saat, cepat atau lambat, Allah akan memberikan apa yang kuminta. Bahwa suatu ketika balasan itu pasti datang. Hari ini aku melihat bukti nyata hasil kesabaranku. Rangkaian panjang do’a-do’aku yang tak pernah putus terkabul sudah. Sikap bersahabatku kepada setiap orang yang selalu mempermasalahkan statusku sungguh telah berbalas dengan sebaik-baik balasan, mempertemukanku dengan seseorang yang teguh dalam menjalankan perintah Allah dan Rasul-nya, yang meskipun lebih muda dariku, tapi lebih memandang jiwa daripada rupa. Hari ini aku menyakini bahwa bersabar memang pekerjaan yang sulit, tetapi bukan hal yang tidak mungkin dilakukan dan sungguh kita pasti akan memetik buah kesabaran kita, sebagaimana dikatakan, “Sungguh akan dipenuhi bagi orang-orang yang sabar pahala tanpa hitungan” (QS Az Zumar 10). Bersabar bukan hanya sekedar kerelaan menunggu atas tertundanya suatu keinginan, bukan hanya sekedar kemampuan menerima setiap masalah dengan lapang dada. Lebih dari itu, bagi seorang muslim bersabar adalah manifestasi kepercayaan akan keberadaan Rabb-nya, bentuk nyata prasangka baiknya kepada Sang Khalik yang Maha Mengetahui, Maha Mengasihi dan Maha Penolong. Bersabar juga adalah wujud keyakinan yang muncul dari lubuk hati akan segala nikmat dan karunia yang diberikan Allah dan bentuk kemampuan untuk mempergunakannya dengan optimal. Seorang muslim yang bersabar akan selalu memandang jauh ke depan dengan penuh optimisme. Bersabar berarti mampu memandang dengan sisi yang berbeda setiap kendala. Ketika merasakan betapa sulitnya menggapai suatu usaha, aku yakin bahwa setiap tetesan peluh kita menyimpan makna. Ketika merasakan sesaknya himpitan masalah, kita akan melihat pelajaran berharga yang bisa kita petik dari kesulitan-kesulitan yang menerpa kita dan menjadikannya sebagai tonggak meraih harapan-harapan dalam hidup kita. Jika kita merasa belum mendapatkan keinginan kita, maka kita akan semakin rajin menempa diri, memperbaiki diri, mengkoreksi diri mencari sebab mengapa do’a do’a kita belum juga dikabulkan. Semoga tulisan ini dapat mewakili perasaan dan harapan ade, yang mungkin sulit untuk ade ungkapkan dalam kata – kata. Semoga doa kita dikabulkan-Nya. Amin. I hope this is our Endless Love Sesungguhnya tak pernah sang kekasih mencari tanpa dicari oleh kekasihnya Apabila kilat cinta t'lah menyambar hati ini Ketahuilah bahwa ada cinta dalam hati yang lain. Apabila cinta Allah bertambah besar di dalam hatimu pastilah Allah menaruh cinta atasmu. Tak ada bunyi tepuk tangan hanya dengan satu tangan. Kebijaksanaan Ilahi adalah takdir dan ketetapan yang membuat kita cinta satu dengan yang lain Sampai akhir hingga dunia akan terpelihara oleh kesatuan kita God know what we need not what we want
as always, and like other songs.. mnurut gw lagu2nya letto sering menimbulkan persepsi yang beda2.. tapi yang satu ini, lumayan.. | Sejenak | | Don't Make Me Sad | | Letto | |
mengenal keterbatasan kita sebagai manusia.. tanpa lelah tetap berusaha menjadi lebih baik..
---- here's the lyric ---
Rapuh (Opick)
detik waktu terus berjalan berhias gelap dan terang suka dan duka tangis dan tawa tergores bagai lukisan
seribu mimpi berjuta sepi hadir bagai teman sejati di antara lelahnya jiwa dalam resah dan air mata kupersembahkan kepadaMu yang terindah dalam hidup
meski ku rapuh dalam langkah kadang tak setia kepadaMu namun cinta dalam jiwa hanyalah padaMu
maafkanlah bila hati tak sempurna mencintaiMu dalam dadaku harap hanya diriMu yang bertahta
detik waktu terus berlalu semua berakhir padaMu
maklum... belom bosen ama lagu yg satu ini.. silahkan dinikmati... ini liriknya... Ungu - Kekasih Gelapku * ku mencintaimu lebih dari apapun
meskipun tiada satu orang pun yg tahu
ku mencintaimu sedalam-dalam hatiku
meskipun engkau hanya kekasih gelapku yakinlah bahwa engkau adalah cintaku
yg kucari slama ini dalam hidupku
dan hanya padamu kuberikan sisa cintaku
yg panjang dalam hidupku repeat * ku mencintaimu sedalam-dalam hatiku
meskipun engkau hanya kekasih gelapku
ku mencintaimu lebih dari apapun
meskipun tiada satu orang pun yg tahu
ku mencintaimu sedalam-dalam hatiku
meskipun engkau hanya kekasih gelapku kekasih gelapku
 | Category: | Movies | | Genre: | Action & Adventure |
film ini mengisahkan asal muasal pedang Excalibur yang terkenal itu.. alkisah (ciee...) jaman dulu itu Roma dapet serangan dari kerajaan lain, yang berusaha merebut seorang anak bernama Romeulus yang merupakan keturunan langsung Julius Caesar. Anak itu berhasil lolos bersama dengan beberapa prajurit Roma, satu orang prajurit sekutu dan seorang dukun. Mereka semua harus kejar-kejaran sama pihak kerajaan musuh. Pas lagi ditawan, si anak itu berhasil menemukan pedang "bertuah" dimana siapapun yang memiliki pedang itu akan menguasai dunia. Rombongan itu kemudian lari ke Britania, juga karena di pedang itu ada semacam "prophecy" yang mengarahkan mereka ke Britania.
Adegan perang yang sempet aku tungguin ternyata cuman sebentar, udah gitu agak ga masuk akal juga. Masa di tengah-tengah perang tiba-tiba si dukun teriak and semua yang lagi pada pedang-pedangan terus berenti!!?
What makes this movie interesting.. I have to admit.. It's because yang jadi Komandan masa si Colin Firth (remember Bridget Jones Diary??) and yang jadi prajurit sekutu adalah..... Aishwarya Rai !! Adegan laga berantemnya dia lumayan keren juga sih.. So, if you're as much as interested as me.. coba deh tonton film yang satu ini.. 
this is nice.. might help you to face your troubles... :) here's the lyric ..
BE STRONG
Are you swimming upstream in oceans of blue? Do you feel like your sinking? Are you sick of the rain after all you've been through? Well I know what you're thinking When you can't take it You can make it Sometime soon I know you'll see
'cause when your in you're darkest hour And all of the light just fades away When you're like a single flower whose colours have turned to shades of gray Well hang on and be strong
Where taking each step one day at a time You can't loose your spirit Let live and let live forget and forgive It's all how you see it And just remember keep it together Don't you know you're never alone
'cause when you're in your darkest hour And all of the light just fades away When you're like a single flower whose colours have turned to shades of gray Well hang on, and be strong
No you're not defeated And soon you'll be smiling once again Then you won't have to feel it Let it go with the wind Time passes us by And know that you're aloud to cry
'cause when you're in your darkest hour And all of the light just fades away When you're like a single flower whose colours have turned to shades of gray Well hang on and be strong
(thank's a lot to Bytemarc2000 for uploading Ms Goodrem's album "Mistaken Identity" ...) | Be Strong | | Mistaken Identity | | Delta Goodrem | |
| |