pipi's posts with tag: mencoba
Sejak kapan kebencian menjadi sebuah keharusan? Bunga (bukan nama sebenarnya) mengeluh karena pacarnya selalu membandingkan dirinya dengan cewe lain yang punya gaya dandan tersendiri yaitu rambut poni lempar (dan non-lempar) yang dipajang bersama kaca mata ekstra lebar. Selain urusan dandan, Bunga juga sering denger cowonya memuji gaya menulis cewe-cewe itu di blog yang katanya cerdas, berwawasan dan kritis! (versi sang pacar, tentunya..) Akhirnya, Bunga memutuskan untuk membenci setiap remaja wanita yang dandan dengan gaya tersebut. Kenapa Bunga? Kamu seharusnya bisa banyak belajar dari mereka yang imut, cute dan yahud itu!!! Setidaknya belajar melempar poni.. Lucu lagi kisah si Polan dan Badu. Dua pemuda ini share 1 kamar kos demi menghemat pengeluaran bulanan ortu mereka. Keduanya kebetulan masih jadi mahasiswa. Polan adalah tipe remaja idaman masa kini. Mulai dari kaos junkies gambar band favorit, HP dengan pemutar musik, ngga ketinggalan laptop ber-wifi yang bisa ditenteng kalo mau nongkrong di cafe-cafe. Begitu juga dengan pilihannya untuk menyukai musik emo dan indie dalam negeri. Alasan dia: ”Habis... hip metal udah ngga keren lagi sih.. dan dengerin Indie dong, biar ngga pasaran!?” katanya. Sementara si Badu tipe pemuda seadanya. Kaos gombrong, jeans butut dan sandal gabus. HP dari dulu sampe sekarang masih itu-itu saja. Dia cukup hepi main game seadanya di PC yang njogrog di sudut kostnya. Urusan musik pun ngga neko-neko. Apapun yang bisa berhasil menggetarkan hatinya, ya dia suka. Mau itu koleksi emo si Polan, alunan lagu indie dari band di propinsi seberang, atau sekedar bersenandung bersama Ungu dan Peterpan.
Kadang-kadang kalo pas bosen dengerin Ungu, Badu suka nyolong-nyolong muter Kangen Band, katanya sih karena itu bisa klop sama situasi hatinya yang waktu itu menangkap basah cewenya lagi jalan gandengan tangan bareng ketua UKM pencak silat. Mau dilabrak tapi Badu belum siap jurus apapun! Jadi, setiap denger ”tapi... kamu kok selingkuh...” Badu langsung merasa punya temen sehati! Tapi jangan coba-coba dengerin Kangen Band pas ada Polan. Bisa langsung tuli psikologis lah Badu diceramahin seputar ”menjadi remaja masa kini” versi Polan yang benciiii banget ama Kangen Band. Walaupun pura-pura sepakat sama Polan, sebenernya Badu ngga ngerti kenapa kalo mau dibilang keren kok harus benci sama Kangen Band. Badu emang katrok, tapi dia ngga menemukan hubungan antara keren dan selera musik. Peraturan dari mana itu, Badu menunduk sedih. Teringat sinetron Kangen Band yang dia tonton di RCTI. Dan ia mulai menulis pertanyaan: Kapankah kebencian menjadi suatu keharusan? Apakah ketika manusia kehilangan perasaan? Apakah ketika kita bersedia dikotak-kotakkan? Apakah ketika manusia menolak terjadinya perbedaan?
Sejak kapan kebencian menjadi keharusan? Apakah ketika ketakutan mengalahkan keberanian? Apakah ketika akal manusia sulit dikendalikan? Atau ketika nafsu sudah menghilangkan kesadaran? **have a nice weekend everyone!see you all next 2 weeks..i'm taking a week off!!
Hari ini sama saja seperti hari lainnya...
Dengan kesibukan masing-masing penghuni kota ini. Kesibukan cagub dan cawagub disini tidak kalah dengan kesibukan perempuan-perempuan yang sedang tertidur pulas di kompleks lokalisasi. Bedanya cuman di soal ”jam kerja” saja menurut saya. Belum lagi kesibukan ibu-ibu yang harus meng-update informasi minyak tanah murah hari ini, ga banyak beda juga dengan kesibukan keluarga Amrozi yang kemarin melangsungkan pernikahan jarak jauh menjelang detik-detik terakhir sebelum dia dihukum mati (udah mau dieksekusi kok masih mikir kawin yah... ga abis pikir deh gua!?)
Berita di koran pun tidak banyak berubah. Penuh kritik, penuh air mata, bunuh-bunuhan, dan masih seputar musibah di Asia yang belum berhenti tapi malah menyebar kemana-mana. Habis Myanmar, sekarang Cina. Yang satu topan, yang satu gempa. Jadi inget lagunya Ebiet, mungkin betul Tuhan udah bosan ama ulah manusia yang kebanyakan dosa. Dan mentang-mentang menyambut 100 Tahun Kebangkitan Bangsa, semua media berlomba-lomba mengupas bobrok negara kita (padahal tanpa dikupas rasanya sudah banyak yang tau yah, kan ngrasain sendiri...?) Tapi sayang, menurut saya kok hanya sedikit yang memberi solusi maupun inspirasi.
Jadi, saya sering bingung, perubahan itu harus dimulai darimana (selain dari diri sendiri tentunya). Dan apa yang bisa dilakukan orang-orang yang banyak nganggur (seperti saya ini) demi perubahan itu. Kan katanya walaupun sedikit yang penting berarti. Tapi yah sudahlah, sepertinya kita memang belum diperkenankan untuk tersenyum saat ini. Matahari (sengaja pake warna kuning biar silau, hehe..) di kota pahlawan pagi ini juga masih sama panasnya, menyengat diatas kepala pengendara sepeda motor yang setiap harinya berkeliling kota menjajakan barang jualannya. Kebut-kebutan di jalan raya, rebutan jalan sama pegawai negeri, anak-anak sekolah dan mobil mewah (milik orang tua) mahasiswa kaya raya, yang semuanya ingin cepat mewujudkan apa yang selama ini hanya menjadi angan-angan dan khayalan. Padahal, dari sudut skeptis, beberapa tahun kedepan, keberadaan mereka hanya akan menambah jumlah pengangguran di kota terbesar kedua setelah Jakarta ini. Tapi ada juga yang damai ditengah gegap-gempita kesibukan kota ini. Yang semalam habis bergadang, masih terlelap di alam mimpi, membayangkan ketemu eSBeYe yang kemaren bikin macet jalanan kota kami. Nah.. yang semalam habis bersenang-senang, terpaksa bangun pagi dan akhirnya harus berangkat dengan mata setengah terpejam, pagi ini. Padahal sudah habis satu gelas kopi.
..mau bagaimana lagi?
"dipenjara karena menulis dengan hati"Waktu lagi iseng browsing ke salah satu blog, ga sengaja terbaca ungkapan hati seorang wanita Malaysia bernama Marina Lee Abdullah, istri dari salah satu orang paling terkenal di Malaysia saat ini (probably also most popular around the Malaysian blogging world today) "Raja Petra Kamarudin" alias RPK. Gua cuman ada 1 pertanyaan.. "Why the hell is Malaysian police so cruel to foreigners??" Who ?"Raja Petra Kamarudin.". a.k.a "RPK" adalah salah satu pengelola blog "Malaysia Today" dan pada salah satu tulisannya yang dimuat di situs tersebut pada tanggal 25 April 2008 dengan judul "Let’s send the Altantuya murderers to hell" , RPK menuangkan kekesalannya terhadap hasil sementara dari pengadilan seputar pembunuhan sadis nan tragis seorang wanita professional escort asal Mongolia bernama Altantuya Shaariibuu yang terjadi di bulan Oktober 2006, dan konon melibatkan beberapa orang petinggi Malaysia dan oknum polisi, diantaranya Najib Razak (who is also known as Najib Abdul Razak) yang ketika itu masih menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Malaysia. And Now What?Well.. Akibat tulisannya tersebut, pada tanggal 6 May 2008 kemarin, RPK ditahan oleh pihak pemerintah Malaysia karena dianggap telah menyebarkan fitnah dan hasutan terhadap orang-orang tertentu di pemerintahan Malaysia. Walaupun demikian, kejujuran yang diungkapkan oleh RPK banyak menuai dukungan dari berbagai pihak sehingga banyak masyarakat yang bersimpati terhadap RPK. Meskipun dukungan moril maupun materil dalam bentuk donasi terhadap RPK dan keluarga terus-menerus bertambah, RPK sempat menolak untuk membayar denda yang akan membebaskan dirinya dari penjara Sg. Buloh, ia bahkan menolak untuk bertemu dengan istri dan keluarga yang datang berkunjung dan sempat melakukan aksi mogok makan. Namun update terakhir menyebutkan bahwa ia sudah menyetujui pembayaran denda tersebut setelah bertemu istrinya siang ini. What Exactly Does He Wrote?Tulisan selengkapnya bisa dibaca sendiri disini. Sepintas setelah saya baca, terlihat jelas bahwa RPK mengecam keras pihak pengadilan Malaysia. Ia bahkan menganggap "the trial is a show-trial" karena menurutnya banyak keanehan demi keanehan yang terjadi selama proses persidangan. Mulai dari beberapa kali pergantian jaksa dengan alasan yang tidak jelas, serta pengunduran waktu yang terlalu lama dengan alasan kebutuhan untuk mempelajari kasus lebih lanjut. Selain itu, RPK juga menyebutkan perihal lenyapnya berbagai bukti seperti foto Razak bersama Altantuya dan tulisan tangan Razak saat melancarkan usaha perolehan visa bagi Altantuya yang semuanya tiba-tiba menghilang. Menurut RPK, bukti-bukti tersebut memang sengaja disimpan oleh Abdullah Ahmad Badawi (PM Malaysia). RPK dengan gamblang menuliskan "This is about the Prime Minister of Malaysia withholding crucial evidence in a murder trial.." Bottom Line
whoa.. clap your hands guys.. he is one crazy writer isn't he..!!?? brave enough to speak his mind, i think. . Brave enought to defend the truth! And, buat yang udah baca artikel RPK, mungkin familiar dengan quote ini.. " opinions are like assholes -- everybody has one but no two are alike.." hahaa... cukup masuk akal.. :D Yang seru dong.. E-mail dari Din Merican (one of RPK's friend). yang mengungkapkan penyesalan pribadi Din atas beberapa tindakan brutal yang terjadi di Malaysia, terutama kekerasan terhadap warga asing yang juga terjadi sama orang Indonesia.. Mulai dari kasus karate sampe kasus TKW. As Din said: " We are being viewed as arrogant by the Indonesians, Thais, Singaporeans, as well as by many of our neighbours. Now, we add to this list the Mongolians. How indecent and irresponsible of the PM and his Foreign Minister for not even acknowledging the receipt of letters from their Mongolian counterparts. Who are we protecting?"
hell yeah... kenapa juga baru sadar kalo arogan... hahaha.. and now my mind goes wandering.. what if the same thing happen in Indonesia?
**image taken from here

when the only thing to bring you happiness is change, it's time to make a turning point..Emotional Pain
Siapa sih yang ngga pernah merasakan "emotional pain" ? Dan yang harus dilakukan ketika perasaan sakit itu datang adalah berusaha untuk melanjutkan hidup, dan berharap agar kita tidak lagi dihadapkan pada masalah yang sama di masa depan.. Tapi gimana kalo ternyata, kita kembali sakit karena permasalahan yang sama? Well, it could be a sign from the universe.. Bahwa kita belum sepenuhnya mengambil hikmah dari permasalahan terdahulu.. Mungkin saat itu, kita cenderung lari.. atau membiarkan masalah itu terlupakan.. Tetapi yang jelas masalah itu belum terpecahkan.. Yang bisa dilakukan adalah kita harus memutuskan untuk menghadapinya.. Apapun resikonya, apapun yang harus ditempuh.. Semua harus dilakukan supaya berhenti menjadi sakit karena masalah yang selalu sama.. Life is too short for us to get drowned in the same old sh*t .. right? Troubles Are Blessing in DisguiseKenapa begitu? Kok bisa? Karena masalah-masalah yang datang ke kehidupan kita akan tetap mengganggu kita terus menerus.. Mereka tidak akan pergi! Kecuali apabila kita berhasil membuat mereka pergi.. Yaitu dengan cara melakukan perbaikan-perbaikan di diri sendiri, di apapun yang sekiranya menjadi sumber permasalahan..
Suatu masalah bisa membantu kita untuk mengetahui apa saja kelemahan di diri kita.. Tinggal bagaimana diri kita merubah kelemahan itu menjadi suatu hal positif atau bahkan menjadi kekuatan untuk mendatangkan perubahan berarti bagi kehidupan diri kita.
Setiap kali dihadapkan dengan masalah, kita bisa memilih untuk mengambil sebuah "turning point" menuju kehidupan yang lebih positif dan memuaskan. Ini bisa terjadi apabila kita melihat masalah sebagai tantangan yang apabila berhasil diselesaikan, maka kita akan tiba di tahap kehidupan yang lebih tinggi..
if it's time to make a change.. You have to make a Turning Point
source: 1) www.buzzzle.com 2) greatday.com
Motion Picture Soundtrack - Even If It Kills Me
I've got a lotta things to do tonight I'm so sick of making lists Of things I'll never finish
I've lived here for the last 12 years Since early 1995 all my shit has been in boxes But if I had a little more time to kill I'd settle every little stupid thing Yeah you'd think that I would
But I'm too tired to go to sleep tonight And I'm too weak to follow dreams tonight For the first time in a long time I can say That I want to try To get better and overcome each moment In my own way
I wonder if I'll ever lose my mind I tried hard for a while But then I kind of gave up
Winter is a killer when the sun goes down I'm really not as stubborn as I seem Said the knuckle to the concrete
But I'm too tired to go to sleep tonight And I'm too weak to follow dreams tonight
For the first time in a long time I can say That I want to try to get better and overcome each moment In my own way
I'm not saying that I'm giving up I'm just trying not to think As much as I used to Cause never is a lonely little messed up word Maybe I'll get it right some day For the first time in a long time I can say That I want to try I feel helpless for the most part But I'm learning to open my eyes And the sad truth of the matter is I'll never get over it But I'm gonna try To get better and overcome each moment In my own way
I sure want to get back on track And I'll do whatever it takes Even if it kills me | Even If It Kills Me | | Even If It Kills Me | | Motion City Soundtrack | |
dalam rangka menyambut hari jadi saya yang ke 29... heheheheh... menurut saya tulisan saya kok membosankan ya...
Ever asked yourself.. “what was the first song that I fell in love with?” I was born on 1979, the year when Bee Gees’ “Too Much Heaven” hit the #1 chart on Billboard Magazine HOT 100 (but since I was still a baby, I wasn’t aware of that song until a couple of years later), but my first experience with music, knocked me up when I was 4 years old (the year was 1983), and I strongly believe that it was the era for Michael Jackson as “The King of Pop” with his phenomenal album “Thriller”. First Decade.. The 1980s!! It was also the “rising-up” year for several Heavy Metal bands such as Poison, Slayer, Motley Crue and of course Metallica. At that same year, Bon Jovi and Red Hot Chili Peppers was formed. Several years later my ears was pretty familiar with other bands such as Guns ‘n Roses, Van Halen, Tesla and Skid Row along with the band’s sexy vocalist Sebastian Bach!! It was also during the 80s that I have this habit of recording songs from Whitney Houston, Janet Jackson, Taylor Dayne, Wilson Philips and Idol jury Paula Abdul that was played on the radio, and tried my best to write the lyrics.. what an experience.. I soon fell in love with Jon Bon Jovi and the gank.. with their “You Give Love a Bad Name” hits.. Ooh.. the 80s.. One funny thing I remember was the fight I had with my big sister when we’re going to buy a cassette. My mom only gave us money to buy just one cassette, and my big sis decide it was going to be Bon Jovi’s Slippery When Wet, while me and my little sister insisted that we should buy New Kids On The Block..!! NKOTB was not so bad after all, I still remember the lyric of “Tonight” until now. My favorite member was the handsome Jordan Knight. Me and my cousins once had a trip from Jakarta to Bali by car. Before we start the journey, the big sisters are preparing cassette for the trip. They take White Lion, Skid Row and Motley Crue. So during the trip, we all sing the songs from all three bands. That time on TV, only TVRI exist I think, we can only see the video clips after and before one show, whether it was The Cosby Show (I’m a big fans of Lisa Bonet..), The A-Team, Knight Rider, and and Highway to Heaven.. hehe.. While my mom never missed the edition of Dallas, and Dynasty.. Second Decade.. 1990s..!! Then it comes the 1990s era. The era for another experience. The era of another phenomena.. This is when I entered the second decade of my life. I must say, this decade started when I was 11 years old, and ended when I was 21 years old.. A long journey.. from SMP to SMA and even early college years. I was still deeply in love with Guns n’ Roses. Their accoustic track “patience” has forced me to learn how to play the guitar.. learn how to whistle.. then came their double album “Use Your Illusion I and II” and then “The Spaghetti Incident” .. Not forgetting the movie “Young Guns” with Jon Bon Jovi singing all the soundtrack.. Damn, how I enjoy that album! Together with Warrant, Faith No More, Red Hot Chili Peppers, Aerosmith. And for the late 1990s, there was Third Eye Blind, Sepultura, Radiohead, Blink 182, and the era of Hip-Metal for Limp Bizkit, Korn, Save Ferris, Deftones,.. (must I go on..!!???) And for the pop experience, this is also the era for Mariah Carey. Her hits such as Vision of Love, Love Takes Time, Hero.. Side by side with NKOTB’s biggest hit “Step By Step” and Mc Hammer with his big baggy pants.. Oh year of the white rapper.. how come I forgot? Vanilla Ice..!!?? after that, for me it seems like the heavy metal era is over and new kind of genre is coming to blow my ears.. And I suppose, our ears! It was the trio who bring us “Smells Like Teen Spirit” .. yep, it was Nirvana. But the world was shocked by terrible death of Freddy Mercury. Although a lot of things had been going on in the pop world with Kylie Minogue, Sinead O’Connor, Roxette, Celine Dion, Spice Girls, But my interest in alternative music was when MTV launched their program “MTV Alternative Nation” and the album MTV Alternative Nation with several Britpop’s bands. This album is amazing and if we listened to it along with Alanis Morisette.. It’s a good combination to combat young love and broken heart, whatever that means.. hahaha… it was a long time, you know.. from 11 to 21. I graduate from SMA on the age of 18 (on 1997). And on the same year, me and my friends created a band, and we played No Doubt, also Save Ferris, never imagined that SKA was going to be so popular at that time. We simply choose those both bands because our vocalist is a girl, and because we like their songs.. The Third Decade.. Entering the Millenium Era.. Not Yet Finished!! I got this feeling, that I was not enough with just one band.. I accept the offer from a friend, to play Coal Chamber, System of A Down, and Deftones. Later on, during this era, I also accept another offer from a friend, to help them playing songs from Radiohead, and Coldplay. It was a bit mixed up and I don’t know how to stop. Avril Lavigne was big hit, while others like Britney Spears and Christina Aguilera are competing to one another. Linkin Park, Eminem, Beyonce.. and so many others also bring their luck during this era..
kemaren gw dapet e-mail yang isinya tentang "pematahan" mitos-mitos seputar happy marriage yang banyak orang keliru dalam menanggapinya.. i think it's nice to share this..
-------Original Message------- Date: 1/8/2008 3:54:16 PM Subject: Secrets of a Marriage Mitos Perkawinan yang Wajib Anda Tahu Love Tue, 08 Jan 2008 13:30:00 WIB "Jangan ke tempat tidur dalam kondisi marah," mungkin Anda pernah mendengar nasihat seperti itu. Benarkah? Apakah setelah bertengkar hebat dengan pasangan mengenai hal serius dapat diselesaikan pada saat itu juga dan bisa langsung 'berdamai' di tempat tidur? Hmmm, mungkin tidak.
Bagi sebagian besar orang, gambaran pernikahan yang sempurna adalah kebahagiaan selamanya. Tanpa percekcokan, pokoknya harmonis. Tapi bagaimana bisa harmonis jika begitu banyak masalah yang perlu dibahas, misalnya rencana punya momongan yang tidak sejalan atau hanya menentukan ingin makan di mana akhir pekan ini. Psikolog Dale Atkins, penulis “Sanity Savers” akan membantu menunjukkan pada Anda sejumlah mitos perkawinan yang banyak dipercaya orang, mungkin termasuk Anda.
1. Pasangan adalah teman terbaik Jika anda percaya akan hal ini, maka yang akan didapat adalah kekecewaan. Selama bertahun-tahun, Anda telah menjalin hubungan pertemanan dengan orang yang Anda nikahi. Namun tidak harus dimulai dengan cara itu. Anda membangun kepercayaan dan rasa hormat karena memiliki kehidupan pribadi dan minat sendiri dan saling mendukung satu sama lain melewati kesedihan, penyakit, saat buruk bahkan kematian. Inilah dasar dari pertemanan itu. Sementara teman terbaik adalah seseorang dimana Anda akan nnton bersamanya, atau hal-hal umum lain untuk dilakukan. Namun Anda tetap butuh seseorang tempat bergantung dan diandalkan, dan itu butuh waktu. Mungkin Anda tidak akan memberikan rahasia kecil ke pasangan, namun bukan berarti hubungan Anda berdua tidak dekat.
2. Jangan pergi tidur dalam kondisi marah Saat Anda berbaring di samping orang yang membuat marah, itu jelas tidak baik. Namun banyak pasangan tidak bisa menuntaskan masalah pada saat itu. Hai, ini normal saja. Saat tidur atau berbaring di sisinya usahakan untuk berpikir hal positif mengenai pasangan dan diharapkan akan muncul pencerahan baru di pagi hari. Jika Anda marah kepada seseorang, Anda tidak akan mendegar apapun yang dikataannya. Ini sama saja buang-buang waktu. Jika perlu berpikir jernih, lakukan. Namun jika butuh waktu hingga seminggu dan tidak menyapa pasangan, itu baru masalah.
3. Tidak usah cemas jika tidak bercinta Pada saat sibuk, seks mungkin dilupakan. Namun bercinta butuh peran dua orang. Padahal seks tak harus dilakukan dalam suasana romantis diterangi cahaya lilin. Seks dapat dilakukan secara cepat. Mitosnya adalah seks harus dilakukan setiap malam agar mendatangkan kebahagiaan, padahal kenyataannya tidak begitu. Setiap orang itu berbeda dan perkawinan, khususnya perkawinan yang bahagia, berdasarkan pada begitu banyak faktor berbeda. Sejumlah orang menjalani kehidupan pernikahan bahagia dengan sering bercinta, namun sebagian lain tidak. Namun yang perlu dicatat orang yang menjalani perkawinan bahagia melakukan seks. Mereka melakukannya karena percaya untuk melekatkan hubungan satu sama lain. Jadi jika tidak ada seks namun Anda mengaku bahagia, hal itu perlu dikaji lagi. Namun keseimbangan akan berubah seiring pertambahan usia. Namun jangan terjebak pada rutinitas yang menjemukan hingga Anda merasa bosan dengan pasangan.
4. Bayi membuat hubungan kian dekat Bayi dapat mendekatkan hubungan dengan berbagai cara. Namun untuk sebagian perempuan, kehadiran bayi akan membawa masalah baru. Belum lagi masalah hormonal pascapersalinan yang kadang membuat Anda mengingkari kehadiran si bayi. Lain halnya jika pasangan amat mendukung di masa-masa sulit dan melakukan pengasuhan bersama. Ingat, perkawinan juga tetap dijaga agar selalu hidup, meskipun sudah ada bayi. Jangan sampai pasangan merasa diabaikan setelah kehadiran anak.
5. Jangan bertengkar di hadapan anak Semuanya bergantung pada definisi 'bertengkar'. Namun jika percekcokan itu untuk mendiskusikan masalah dan dilakukan dengan baik-baik, hal itu justru akan menjadi bahan pelajaran berharga untuk anak. Mereka akan belajar cara kompromi dan negosiasi untuk menuntaskan masalah. Mereka juga belajar menghargai perbedaan dengan rasa hormat. Namun sayangnya sebagian orang tidak 'bertengkar' secara sehat. Jika Anda jenis seperti ini, lakukan percekcokan ini belakang anak-anak. Namun seiring waktu, cobalah bertengkar dengan sehat agar anak-anak belajar cara mengatasi masalah yang akan membantunya berinteraksi dengan orang lain.
6. Jangan sepenuhnya bergantung kepada pasangan Jika Anda tidak bergantung kepadanya, kepada siapa lagi Anda bergantung? Namun jangan perlakukan pasangan seperti sepatu tua yang tidak berharga. Hal ini penting saat Anda membangun kepercayaan dalam sebuah hubungan. Anda bergantung padanya namun tidak mengambil keuntungan darinya, dalam bentuk cinta atau komitmen. Anda masih menghargai dan memperlakukannya secara khusus.
Nah, kaji lagi. Apakah hubungan Anda selama ini sudah mencapai taraf hubungan yang 'sehat' dan menyenangkan untuk dijalani?
| | |
Pergantian tahun 2007 ke 2008 harus dimulai dengan dahi berkerut dan elusan dada, ketika kita menyaksikan pemberitaan mengenai bencana alam yang terjadi di negara ini. Mulai dari banjir, tanah longsor, dan terakhir kemaren malem adalah meluapnya lumpur lapindo sampai menutup akses jalan raya surabaya-malang. Pertanyaan singkat.. "salah siapa.. ya?" ** ya ga tau.. siapa biang keladinya..? ya manusia sendiri..
Alam Indonesia sedang murka.. kata siapa? Ada juga yang bilang kalo yang murka bukan alam.. tapi Sang Pencipta alam.. kalo Tuhan sampai murka, berarti sudah sedemikian buruk perilaku masyarakat kita. Apa iya? Terus kenapa yang jadi korban bencana bukan orang-orang yang akhlaknya buruk doang, tapi semua jadi korban. Kalo emang kejadian ini merupakan murka Tuhan untuk "menghukum" manusia yang banyak dosa, kenapa anak-anak kecil dan rakyat biasa (yang dosanya ngga banyak, kali ya...) juga jadi korban? Beda banget sama kisah Nabi Nuh yang waktu itu banjir sengaja "dikirim" sama Tuhan buat menghukum orang-orang kafir.
Bencana yang lagi banyak terjadi... sekarang ini..? semata-mata alur yang masuk akal, antara sebab dan akibat, atau memang juga sudah kehendak-NYA..? karena tanpa disadari, tangan-tangan dan nafsu rakus manusia punya andil sebagai sebab. Hutan ditebangin, harus diakui bahwa penebangan hutan di indonesia termasuk yang paling tinggi di dunia.. alam senantiasa dan terus menerus di eksploitasi dan tindakan pencegahan atau hukman yang jelas dari siapapun????!!
gimana kalo... kita nyalahin pemerintah aja..? mereka tuh, "para pengambil kebijakan" di negara ini.. maksudnya.. yang sampe sekarang belom berhasil menyelesaikan masalah penebangan hutan secara liar. Atau mungkin Pak Presiden SBY musti turun jabatan taun depan? Jangan-jangan.. pendapat sebagian kalangan bahwa beliau pembawa sial ada benernya juga.. heheheheee... padahal udah diruwat.. ya katanya?
KONTROVERSI "SYARAT" CALON PRESIDENsumber: http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=319987(04-January-2008) Syarat pencalonan presiden tak pernah berhenti diperdebatkan. Topiknya itu-itu saja. Soal kesehatan, tingkat pendidikan, usia, dan status hukum. Ketika salah satu syarat tersebut ditetapkan dengan parameter absolut, tentu ada pihak-pihak yang merasa dirugikan.
Dalam konstitusi hasil perubahan dinyatakan bahwa syarat calon presiden adalah mampu secara jasmani dan rohani melaksanakan tugas dan kewajiban selama lima tahun ke depan.
Rumusan serupa diadopsi dalam UU No 23 Tahun 2003 mengenai Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. "Rumusannya itu ’mampu’, jadi bukan pada pendekatan fisik, tetapi capability-approach," kata Ali.
Sebelumnya di tengah pembahasan UU 23/2004 juga muncul wacana agar presiden berpendidikan minimal sarjana (S-1). Megawati Soekarnoputri yang saat itu berkuasa dan siap mencalonkan kembali menjadi presiden meradang. Dengan segenap dukungan politik saat itu, dia berusaha agar syarat S-1 dihapus. Akhirnya UU Pilpres hanya mensyaratkan SMA.
Ketua DPR Agung Laksono berpendapat, pada dasarnya syarat calon presiden harus mengalami progress. "Jadi, jangan malah mundur. Kalau dulu SMA, jangan turun SMP, terus pemilu berikutnya SD, lama-lama TK," tandasnya saat jumpa pers di kantornya (2/1).
Fakta-fakta di atas menunjukkan bahwa apa pun syarat absolut yang disahkan menjadi UU, akan selalu muncul kontroversi. Sejumlah kalangan mendesak agar syarat-syarat serupa diabaikan saja. Berikan saja kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh anak bangsa untuk maju menjadi pimpinan nasional.
Biarlah rakyat yang memilih. "Toh ada mekanisme putaran kedua dalam pilpres. Mekanisme itu akan menjaring siapa yang dianggap terbaik oleh rakyat," ujar pengamat politik Arbi Sanit.
Peta pembahasan UU Piplres tampaknya tidak akan mengubah terlalu besar substansi syarat calon. Kalau begitu, pertanyaannya adalah, siapa lagi yang akan menjadi "korban" UU baru? (candra kurnia/mk)
something came up, crossing my mind... it's about "fanatisme terhadap ideologi dan agama".. so I start googling with those words.. and some of the result are quite fascinating (at least according to me, hehe...) yang pertama gw dapet dari sini: www.pikiran-rakyat.com/cetak/0603/04/0803.htm ..kita semestinya bisa belajar dari perdebatan para founding fathers ketika merumuskan dasar negara Pancasila di sidang BPUPKI. Ketika itu, terjadi perdebatan yang cukup serius antara golongan Islam dan golongan nasionalis sekular tentang dasar filsafat ideologi negara. Kalangan Islam menginginkan, bahwa Piagam Jakarta yang terdapat kata-kata "dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi para pemeluknya" harus dimasukkan dalam Pancasila dan batang tubuh UUD 1945. Namun, kalangan nasionalis sekular dan non-Islam mengganggap harus ada pemisahan antara urusan agama dan negara (A. Syafi'i Ma'arif, Islam dan Masalah Kenegaraan, 1995). Dengan fakta Indonesia yang plural dan terdiri dari banyak agama itu, akhirnya tercapai kata kompromi pada sila pertama Pancasila yang semula hanya berisi Ketuhanan, ditambah menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa" dan dijadikan sila pertama dari Pancasila. Dengan begitu, sila ini menjadi landasan bagi implementasi dan penjabaran sila-sila selanjutnya. Dan, hal itulah yang menjadi dasar kompromi dan pijakan bahwa meskipun negara kita bukan negara agama, tetapi persoalan agama menjadi persoalan penting dalam tata negara kita. yang kedua dari blog ini... http://haqiqie.wordpress.com/2006/06/14/aku-dan-setan-ideologi/ Sebuah ideologi atau agama memang sering memberikan api semangat kehidupan. Atau setidaknya memberikan sejuknya ketenangan. Akan tetapi sebagai manusia, aku masih ngeri membayangkan bagaimana ideologi atau agama itu dapat menjadi pengobar permusuhan dan pertikaian. Dari benak nalarku, tindakan tersebut bukanlah tidak bisa dimengerti, bahkan dari logika situasi pun aku bisa mengerti kenapa hal tersebut bisa terjadi. Klaim kebenaran antara yang satu dengan yang lain yang dibarengi oleh semangat perjuangan memperjuangkannya menjadikan pertikaian dan perkelahian itu bisa terjadi. Memang telah banyak orang yang menganut ideologi atau agama tertentu menyadari konsekuensi logis dari keyakinannya, sehingga secara lambat laun mereka mengembangkan apa yang sering kita namai dengan sikap toleransi. Membiarkan yang berbeda, menumbuhkan yang sama dalam kedamaian dan keselarasan hidup dan kehidupan mereka yang beda. Segolongan kelompok selalu mengidentikkan pertikaian atau perkelahian ini pada suatu sikap fanatik terhadap ideologi atau agama yang dianutnya. Islam fanatik, kristen fanatik, budha fanatik, hindu fanatik, dan sebagainya merupakan penamaan dari kelompok-kelompok ini. Secara samar pun kelompok ini juga sering disebut sebagai kelompok fundamentalis atau puritan. ... wheeeww... i still haven't found my answer... so keep scrolling down.. heheh.... this one is from...http://www.cmm.or.id/cmm-ind_more.php?id=A4661_0_3_0_M Dalam karyanya Ideology and Politics (1976), Martin Seliger mengatakan bahwa ideologi adalah orientasi tindakan yang berisi kepercayaan yang diorganisasi dalam satu sistem yang koheren. Definisi yang dibuat Seliger ini dapat dipahami bahwa ideologi tidak hanya memberikan pandangan dan ajaran tentang sistem ekonomi dan politik. Ideologi juga memberikan suatu sistem kepercayaan, sehingga penganutan terhadap sebuah ideologi cenderung mendorong seseorang menjadi fanatis terhadap nilai-nilai yang disediakan ideologinya itu. Karakter dasar dari ideologi adalah sifatnya yang tertutup. Berbeda halnya dengan ilmu pengetahuan, yang senantiasa terbuka terhadap pandangan kritis dan temuan baru. Bahkan seringkali perkembangan ilmu pengetahuan menunjukkan adanya pergeseran teori dari yang lama kepada yang baru. Hal itu menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan tidak bernilai sakral dan absolut, sehingga penganutan terhadap ilmu pengetahuan tidak berdampak pada fanatisme. Ideologi memiliki kemiripan dengan agama. Karena ideologi menanamkan sistem kepercayaan yang mendorong seseorang untuk memperjuangkan apa yang dipercayainya sebagai kebenaran. Dalam penelitiannya, Seliger melihat bahwa perilaku politik banyak dipengaruhi oleh Ideologi. Dinamika politik menggambarkan dialektika dan konflik ideologis para politisi. ------------------------------------- lumayan... understand a bit about this... but i still don't understand... one thing.. kenapa sih banyak partai politik di Indonesia selalu mengusung agama sebagai kekuatannya... seakan-akan klo ngga bawa agama trus ngga ada pendukungnya? apa ini ngga bikin rakyat tambah bodoh ya...
| |