dengkuran nafas berbalut agoni
tanpa cinta, absen makna
kepuasan = penggalan mimpi
kau menduga, bertanya mengapa
matahari tergulung awan
ketika senja terkubur kilatan
kau kini "semu dalam debu"
menderu lalu termangu
kau kehabisan tempat mengadu!
ini bagimu yang tidak cantik
kau harus bahagia!
hanya untukmu yang bertemu cahaya
pasca sengsara-duka-derita
**weitss...
jadi juga puisi dadakan gua, hahaa...
makasih bang ramok, saran judulnya
more advice, anyone?